GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==
Breaking
News

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Hadiri Nuzulul Quran di Masjid Jami’ Praya, Soroti Toleransi dan Masa Depan Strategis Lombok Tengah

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal hadiri Nuzulul Quran di Masjid Jami’ Praya, tekankan toleransi serta rencana bandara hub, jalan strategis
Ukuran huruf
Print 0

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Hadiri Nuzulul Quran di Masjid Jami’ Praya, Soroti Toleransi dan Masa Depan Strategis Lombok Tengah

 KANAL ONE, LOMBOK - Peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Masjid Jami’ Praya berlangsung khidmat pada Jumat malam (6/3). Acara tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya menjaga nilai toleransi yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Lombok. Ia juga memaparkan sejumlah rencana pembangunan strategis yang akan menjadikan wilayah Kabupaten Lombok Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan penting di NTB.

Gubernur mengingatkan bahwa kawasan sekitar Masjid Jami’ Praya sejak lama menjadi contoh kehidupan harmonis di tengah keberagaman. Ia menyebut kawasan Pecinan Peken Laek di belakang masjid yang telah lama dihuni masyarakat Tionghoa.

“Di belakang masjid ini ada kawasan pecinan, Peken Laek. Teman-teman Tionghoa kita banyak tinggal di sini, bahkan dulu ada sekolah Tionghoa di dekat sini. Masjid ini dikelilingi oleh masyarakat Tionghoa, tetapi kita hidup berdampingan dengan damai,” ujar Miq Iqbal.

Ia juga mengenang peristiwa Kerusuhan Mei 1998 yang sempat melanda sejumlah daerah di Indonesia. Menurutnya, masyarakat Lombok menunjukkan sikap berbeda dengan menjaga keselamatan sesama warga tanpa memandang latar belakang.

“Ketika kerusuhan 1998 terjadi, di kawasan ini tidak ada satu pun orang yang terluka. Inilah bentuk toleransi masyarakat Lombok yang sangat saya banggakan,” katanya.

Selain menyoroti nilai sosial masyarakat, Gubernur juga memaparkan berbagai rencana pembangunan strategis yang tengah disiapkan pemerintah daerah. Salah satunya adalah pengembangan Bandara Internasional Lombok menjadi bandara hub internasional.

Menurutnya, bandara tersebut nantinya akan melayani jalur transit dari kawasan timur Indonesia hingga negara tetangga seperti Timor Leste serta kota-kota di Australia seperti Perth dan Darwin.

“Bandara Lombok akan kita dorong menjadi hub atau bandara transit. Wilayah seperti NTT, Timor Leste, hingga Perth dan Darwin nantinya bisa masuk ke Indonesia melalui Lombok,” jelasnya.

Selain itu, bandara tersebut juga dirancang menjadi bandara multimoda pertama di Indonesia dengan integrasi transportasi air melalui fasilitas seaplane. Rencananya, waterbase akan dibangun di Bendungan Batujai untuk menghubungkan bandara dengan berbagai destinasi wisata di Lombok.

“InsyaAllah Lombok akan memiliki bandara multimoda pertama di Indonesia. Akan ada waterbase di Bendungan Batujai sehingga pesawat seaplane bisa menghubungkan bandara langsung ke resort, pulau wisata, hingga Gili Trawangan,” ungkapnya.

Gubernur juga menyampaikan rencana pembangunan jalan strategis yang akan menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Jalur tersebut diperkirakan dapat memangkas waktu tempuh logistik dan mobilitas masyarakat di Pulau Lombok.

Baca juga: Wujudkan Pemerataan, Pemprov NTB Siapkan Investasi Pendidikan bagi SMK di Wilayah Pelosok

“Jalan dari Lembar ke Kayangan sebagian besar berada di wilayah Lombok Tengah. Nantinya perjalanan bisa ditempuh sekitar dua jam saja,” ujarnya.

Ia menargetkan proyek tersebut dapat mulai dibangun setelah proses desain detail dan penyelesaian persoalan lahan selesai, dengan target penyelesaian sekitar tahun 2028 hingga awal 2029.

Menurut Gubernur, pembangunan infrastruktur ini akan menurunkan biaya transportasi logistik di NTB. Dampaknya, biaya distribusi komoditas seperti sapi, bawang, dan berbagai hasil pertanian lainnya juga akan lebih murah sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam audiensi sebelumnya dengan Prabowo Subianto, Gubernur juga menyampaikan bahwa jalur tersebut dirancang memiliki fungsi tambahan sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur jika dibutuhkan.

Baca juga: Safari Ramadan NTB: Rihlah Ukhuwah Menyatukan Ibadah dan Pembangunan

“Jalur itu juga bisa berfungsi sebagai emergency landing bagi pesawat tempur karena Lombok berada di jalur pelayaran internasional yang sangat strategis,” ujarnya.

Sebagai catatan sejarah, Pulau Lombok juga pernah memiliki fasilitas pertahanan udara melalui Bandara Rambang yang pada masa lalu difungsikan sebagai bandara militer dan lokasi pendaratan darurat pesawat.

Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung berbagai rencana pembangunan tersebut demi kemajuan daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami memohon dukungan seluruh masyarakat agar ikhtiar dan cita-cita kita untuk memajukan Lombok Tengah dan NTB diridai oleh Allah SWT,” tutupnya.

Penulis: KO_05
Editor: Red

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Hadiri Nuzulul Quran di Masjid Jami’ Praya, Soroti Toleransi dan Masa Depan Strategis Lombok Tengah
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin