GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==
Breaking
News

NTB dan Sarawak Perkuat Kemitraan Pekerja Migran dan Investasi

NTB dan Sarawak perkuat kerja sama pekerja migran, perdagangan, pendidikan vokasi, ketahanan pangan, dan investasi untuk kesejahteraan bersama.
Ukuran huruf
Print 0

NTB dan Sarawak Perkuat Kemitraan Pekerja Migran dan Investasi

KANAL ONE, MATARAM
– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Sarawak, Malaysia, memperkuat kemitraan di berbagai sektor strategis, mulai dari penempatan pekerja migran, ketahanan pangan, perdagangan, pendidikan vokasi, hingga investasi. Kerja sama tersebut diarahkan untuk menciptakan manfaat yang lebih luas, tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.

Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal dengan delegasi Sarawak di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (24/7).

Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTB ingin membangun paradigma baru dalam pengelolaan pekerja migran. Menurutnya, keberangkatan tenaga kerja ke luar negeri tidak boleh hanya dipandang sebagai penempatan tenaga kerja, tetapi harus menjadi bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi keluarga dan pengentasan kemiskinan.

"Kita ingin memastikan mereka berangkat dalam kondisi yang baik dan pulang tidak lagi miskin. Karena itu kita siapkan skema pembiayaan, tabungan, hingga investasi produktif agar hasil kerja mereka benar-benar membangun masa depan keluarga," ujar Miq Iqbal.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi NTB menawarkan sinergi dengan program pengentasan kemiskinan ekstrem melalui penyediaan tenaga kerja terampil yang berasal dari desa-desa prioritas. Para calon pekerja akan dipersiapkan melalui pelatihan dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri di Sarawak sehingga memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar dunia kerja.

"Kita sudah memiliki data by name by address keluarga miskin ekstrem. Kita bisa menyiapkan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan sehingga mereka berangkat sudah memiliki kompetensi dan sertifikasi yang diakui," katanya.

Selain kerja sama di bidang ketenagakerjaan, kedua pihak juga membahas peluang penguatan perdagangan komoditas jagung, pengembangan industri pakan ternak, peternakan sapi, pendidikan vokasi, hingga kemitraan antarlembaga keuangan daerah untuk mendukung aktivitas ekonomi dan investasi.

Delegasi Sarawak menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga kerja di sektor perkebunan masih sangat besar. Selama ini, pekerja asal Lombok dinilai memiliki etos kerja dan produktivitas yang tinggi sehingga menjadi salah satu tenaga kerja yang paling dibutuhkan di Sarawak.

"Kami masih memerlukan banyak tenaga kerja. Pekerja dari Lombok sangat produktif dan menjadi tulang punggung di banyak perkebunan kami. Karena itu kami berharap kerja sama ini dapat terus diperkuat," ujar perwakilan SALCRA Sarawak.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur juga memperkenalkan NTB Capital, perusahaan holding milik Pemerintah Provinsi NTB yang dibentuk untuk memfasilitasi investasi. Kehadiran NTB Capital diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi investor, terutama dalam penyelesaian persoalan perizinan, koordinasi lintas sektor, dan aspek sosial yang sering menjadi tantangan dalam pelaksanaan investasi.

"Saya mendirikan NTB Capital karena saya memahami tantangan terbesar investor adalah urusan perizinan dan persoalan sosial. Biarkan investor fokus pada bisnisnya, sementara kami membantu menyelesaikan dua persoalan tersebut," tegas Miq Iqbal.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas hubungan kemitraan antara NTB dan Sarawak melalui kolaborasi yang saling menguntungkan di bidang ketenagakerjaan, perdagangan, pertanian, peternakan, pendidikan, dan investasi. Kedua pihak juga berkomitmen menindaklanjuti pembahasan tersebut dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, kemitraan dengan Sarawak tidak hanya membuka peluang kerja bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, memperluas perdagangan, dan menarik investasi yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

Penulis: KO_05
Editor: Red

NTB dan Sarawak Perkuat Kemitraan Pekerja Migran dan Investasi
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin