GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Kadispar NTB Pantau Pemberian Vaksin Covid-19 di Lombok Utara


Tanjung - Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. Yusron Hadi memantau secara langsung pemberian vaksin tahap kedua bagi para pelaku pariwisata di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara pada Senin (9/08).

H. Yusron Hadi memaparkan bahwa sebanyak 400 vaksin jenis Sinovac telah diserahkan kepada tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Lombok Utara untuk tahap kedua ini.

I Gusti Nyoman Astane selaku Kepala Puskesmas Pemenang melaporkan sebanyak 820 pelaku pariwisata atau sekitar 90% diantaranya sudah mendapatkan vaksin karena para pelaku pariwisata tersebut diutamakan untuk mendapatkan vaksinasi.

Untuk alur pemberian vaksinnya sendiri, Astane menjelaskan bahwa telah menyiapkan meja untuk registrasi bagi calon penerima vaksin, selanjutnya akan dilakukan skrining kesehatan lalu akan dilakukan penyuntikan.
Setelah seluruh proses tersebut dilaksanakan maka selanjutnya para penerima vaksin akan mendapatkan kartu vaksin.

"Telah disiapkan alur vaksin, mulai dari registrasi sampai penyuntikan. Agar lebih tertib dan teratur" ucapnya.
"Kalau sudah divaksin, nanti akan dapat kartu sebagai bukti bahwa telah menjalani vaksinansi Kartu ini berlaku di seluruh Indonesia," lanjutnya.

Mengingat adanya beberapa kriteria penerima vaksin. Astane menghimbau agar para calon penerima vaksin dapat mempersiapkan diri sebelum dilakukannya pemberian vaksin.

“Selama proses vaksinasi di Puskesmas ini hanya 3 orang yang gagal mendapatkan vaksin dikarenakan memiliki penyakit bawaan seperti hipertensi” tambahnya.
 


Mendampingi saat pemantauan pemberian vaksin, H. Yusron Hadi berharap agar vaksin tidak hanya didapatkan bagi para pelaku pariwisatanya tetapi juga seluruh masyarakat di Kabupaten Utara harus mendapatkan vaksin.

“Karena sesuai proyeksi dari Pemerintah Provinsi NTB bahwa Gili Tramena akan dijadikan zona wisata hijau” jelasnya.

Astane berharap agar jumlah vaksin yang didistribusikan di setiap daerah diperbanyak agar penerimaan vaksin cepat merata.

“Sasaran selanjutnya adalah para lansia, publik atau masyarakat sekitar. Semoga jumlah vaksinnya bisa diperbanyak” ujar Astane.(KO01)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News