GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Nyamuk Wolbachia Belum Masuk Lombok, Alasannya...

Nyamuk Wolbachia Belum Masuk Lombok, Ini Alasannya!!
Ilustrasi Nyamuk (Credit: Pixabay/@sergeitokmakov)

 KANAL ONE, Lombok - Nyamuk Wolbachia belum masuk Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, NTB tidak masuk dalam pilot project penyebaran Nyamuk Wolbachia.

Nyamuk Wolbachia, menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, adalah nyamuk rekayasa untuk lumpuhkan virus dengue. Ungkapnya dirilis Humas, via Ponsel pada Senin 27 November 2023.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, Hamzi Fikri menerangkan, salah satu inovasi yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi kasus Demam Berdarah adalah dengan menyebarkan Nyamuk Wolbachia, yakni nyamuk yang diberikan bakteri Wolbachia hingga nyamuk tersebut bertelur dan menghasilkan nyamuk aedes aegypti berWolbachia.
 
Bakteri Wolbachia akan menghambat pertumbuhan virus dengue (virus penyebab demam berdarah) pada nyamuk aedes aegypti, sehingga ketika nyamuk tersebut menggigit manusia tidak akan menularkan virus demam berdarah.
 
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu menegaskan bahwa penyebaran nyamuk ber-wolbachia dipastikan aman karena telah melalui proses penelitian yang cukup panjang dengan turut melibatkan banyak ahli.
 
Saat ini penyebaran Nyamuk Wolbachia telah diperluas di lima Kota di Indonesia yang menjadi Pilot Project, yakni Jakarta Barat, Bandung, Semarang, Bontang dan Kupang. Penyebaran nyamuk tersebut tetap memerlukan monitoring dan evaluasi di bawah pengawasan Kemenkes RI untuk memastikan implementasinya berjalan baik. 

Sebelumnya, Nyamuk Wolbachia disebarkan di Kota Yogyakarta sejak 2016 sebagai penelitian dan telah berjalan efektif serta mampu menurunkan angka kejadian demam berdarah hingga 77 persen dan angka perawatan rumah sakit juga turun 86 persen. Bahkan, merujuk pada data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta tahun 2023, kasus demam berdarah dengue tercatat hanya di angka 67 kasus. Jumlah ini merupakan yang terendah selama 30 tahun terakhir (dikutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id)
 
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, memandang adanya potensi besar dari segi penanganan kasus DBD di Indonesia, termasuk NTB, berdasarkan inovasi Nyamuk Wolbachia, karena menurukan angka kejadian dengue dapat dilakukan dengan cara yang lebih efektif dengan penggunaan anggaran yang jauh lebih hemat. 
 
Harapannya, penyebaran Nyamuk Wolbachia dapat berjalan baik dan membuka kesempatan besar bagi Indonesia untuk bebas dari Demam Berdarah. Pungkasnya.

Penulis: KO_02
Editor: Hadi

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News