GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==
Breaking
News

Kunjungi Lombok, Menteri Haji Gus Irfan Tegaskan Tak Ada Lagi Loncat Nomor Porsi Haji

Kunjungan Menteri Haji Gus Irfan ke Lombok menegaskan komitmen pemerintah menertibkan antrean haji agar sesuai nomor porsi. Selain itu, pengembangan
Ukuran huruf
Print 0


KANAL ONE, LOMBOK BARAT
— Menteri Haji dan Umrah, KH Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji saat ini sepenuhnya dijalankan berdasarkan nomor porsi dan urutan pendaftaran, sehingga tidak ada lagi peluang bagi calon jemaah untuk berangkat dengan cara melompati antrean.

Penegasan tersebut disampaikan Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan, saat menghadiri Temu Alumni IKAPETE (Ikatan Alumni Keluarga Pesantren Tebuireng) NTB sekaligus Silaturahmi Tokoh Agama dan Masyarakat Lombok Barat di Pesantren Sains Khairul Wadi Tebuireng Lombok, Jumat (16/1/2026).

Dalam lawatannya ke Lombok, Menhaj didampingi sejumlah jajarannya. Di antaranya, Dirjen PEEH, Prof. Jaenal Effendi, M. Henikam, Gibran M.F skelaku TA, Karo Umum Slamet, dan pejabat Kementerian lainnya.

“Dijaman saya tidak ada lagi istilah loncat nomor urut haji. kalau ada itu silahkan laporkan ke saya, lapor mereka (seraya menjuk dirjen yang menyertai,red) itu berarti ada apa-apanya," tegasnya.

Gus Irfan menjelaskan, pemerintah terus melakukan pembenahan tata kelola haji, baik dari sisi regulasi, sistem antrean, maupun pengelolaan kuota. Upaya tersebut, menurut dia, mulai berdampak pada penurunan masa tunggu haji secara nasional, meskipun antrean di sejumlah daerah masih tergolong panjang.

Untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat, Gus Irfan menyebut pemerintah berupaya menyesuaikan porsi kuota haji dengan kebutuhan masyarakat, mengingat tingginya minat dan panjangnya daftar tunggu jemaah di wilayah tersebut.

Sejumlah aspirasi juga disampaikan masyarakat, antara lain terkait kepastian antrean haji, transparansi kuota, serta perlindungan jemaah.

Selain membahas kebijakan haji, Gus Irfan juga menyinggung pentingnya pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Ia menilai, penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek ibadah, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong perekonomian umat, termasuk di daerah.

“Pak Presiden Parbowo berepesan ke saya, dana haji ini nilai sangat besar, jangan semuanya tumpah ke Saudi semua. Misalanya beras dari Idonesia, bumbu dan lain. Dan ini sudah berjalan dan akan terus kita tingkatkan," imbuhnya.


Penguatan ekosistem ekonomi haji di daerah menjadi langkah strategis agar manfaat ibadah haji tidak hanya dirasakan saat musim haji, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan.

Selain bertemu dengan masyarakat, gus Irfan juga bertemu dengan para alumni pesantren Tebuireng yang tergabung dalam IKAPETE NTB, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji serta pengembangan ekonomi keumatan di daerah.

Penulis: KO_01

Editor: zet


 Kunjungi Lombok, Menteri Haji Gus Irfan Tegaskan Tak Ada Lagi Loncat Nomor Porsi Haji
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin