KANAL ONE, LOMBOK BARAT – Ruas jalan kabupaten yang menjadi penghubung Enam desa di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, mengalami kerusakan parah usai diguyur hujan deras beberapa waktu lalu. Kondisi jalan yang ambruk hingga ke badan jalan itu kini mengancam keselamatan pengguna dan mengganggu mobilitas warga.
Jalan tersebut menghubungkan Desa Bukit Tinggi, Penimbung, Mekarsari, Jeringo, Gelangsar, dan Mambalan. Terpantau, badan jalan terlihat ambles dan membentuk lubang besar tepat di bawah lapisan aspal. Runtuhnya struktur penyangga membuat sebagian jalan hanya menyisakan lapisan aspal tipis yang rawan runtuh sewaktu-waktu.
Akibatnya, kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali. Sementara pengendara roda dua terpaksa melintasi jalur tersebut dengan ekstra hati-hati karena kondisi jalan yang labil dan berbahaya.
Praktisi hukum sekaligus pemerhati kebijakan pembangunan di Lombok Barat, Johri (bang Jho) , menegaskan bahwa jalan tersebut memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalan ini menjadi akses warga untuk bekerja, bersekolah, berobat ke fasilitas kesehatan, hingga mengangkut kebutuhan pokok antar desa.
“Jalan ini setiap hari dipakai warga, baik untuk kerja, sekolah, maupun aktivitas lainnya. Kalau dibiarkan seperti ini sangat berbahaya, apalagi saat hujan atau malam hari,” ujar Bang Jho, Minggu (8/2/2026).
![]() |
| Praktisi hukum sekaligus pemerhati kebijakan pembangunan di Lombok Barat, Johri (bang Jho) |
Ia menjelaskan, kerusakan pada ruas jalan tersebut sebenarnya sudah pernah terjadi pada tahun lalu. Namun saat itu, kerusakan masih terbatas pada talud dan cor beton. Kondisi saat ini dinilai jauh lebih parah karena kerusakan telah merambah badan jalan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Tak hanya jalan, kondisi infrastruktur lain di sekitar lokasi juga memprihatinkan. Jembatan penghubung Gelangsar - Jeringo–Mambalan yang berada tidak jauh dari titik kerusakan jalan dilaporkan mengalami longsor pada bagian talud. Kondisi ini membuat jembatan rawan ambruk dan membahayakan warga yang melintas.
“Sekitar 500 meter dari lokasi jalan rusak, talud jembatan longsor parah. Ini jelas membahayakan warga,” tambahnya.
Warga setempat berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penanganan sebelum kerusakan semakin meluas. Selain menghambat aktivitas ekonomi dan sosial, kondisi jalan dan jembatan yang rusak dikhawatirkan dapat memutus akses antar desa jika hujan deras kembali terjadi.
“Harapan kami pemerintah segera memperbaiki jalan ini supaya bisa kembali digunakan dengan aman dan tidak menimbulkan korban,” pungkas Johri.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terhadap kerusakan jalan dan jembatan tersebut.
Penulis: KO_02
Editor: Hadi



0Komentar
Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.