GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==
Breaking
News

Iran Serang Israel dengan Rudal Sejjil dalam Operasi True Promise 4

IRGC Iran meluncurkan gelombang baru serangan rudal ke Israel dalam Operasi True Promise 4, termasuk penggunaan rudal strategis Sejjil untuk pertama
Ukuran huruf
Print 0

(foto KO/TNA)

KANAL ONE, TEHERAN
– Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC), pada Minggu melancarkan gelombang baru serangan rudal terhadap target-target Israel di wilayah yang disebut sebagai wilayah pendudukan.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer Iran yang dinamakan Operation True Promise 4.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut serangan terbaru ini merupakan gelombang ke-54 dari operasi balasan terhadap Israel sejak meningkatnya konflik pada akhir Februari.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa eskalasi militer antara Iran dan Israel masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

IRGC menyatakan bahwa dalam serangan terbaru ini Iran untuk pertama kalinya menggunakan rudal balistik strategis berbahan bakar padat Sejjil missile sejak konflik dengan Israel dan Amerika Serikat meningkat.

Rudal tersebut disebut diarahkan ke pusat-pusat manajemen dan pengambilan keputusan yang memengaruhi operasi udara Israel.

Penggunaan rudal Sejjil dinilai menjadi salah satu langkah strategis Iran dalam meningkatkan kemampuan serangan jarak jauh.

Rudal ini dikenal sebagai salah satu sistem persenjataan balistik Iran yang memiliki daya jangkau tinggi dan waktu persiapan peluncuran yang relatif cepat karena menggunakan bahan bakar padat.

Selain rudal Sejjil, IRGC juga meluncurkan sejumlah jenis rudal lainnya dalam serangan tersebut.

Salah satunya adalah rudal superberat Khorramshahr missile yang dilengkapi dengan hulu ledak seberat sekitar dua ton.

IRGC juga menyebut penggunaan rudal Khaybar-shekan missile, Qadr missile, dan Emad missile dalam serangan tersebut.

Menurut IRGC, kombinasi berbagai sistem rudal ini digunakan untuk menargetkan sejumlah lokasi yang dianggap penting bagi kemampuan militer Israel.

Serangan ini juga disebut sebagai bagian dari strategi Iran untuk memberikan respons militer terhadap serangan yang sebelumnya dilancarkan terhadap wilayahnya.

IRGC menyatakan bahwa sejumlah infrastruktur utama yang berkaitan dengan industri militer dan pertahanan Israel menjadi sasaran dalam gelombang serangan tersebut.

Selain itu, lokasi yang disebut sebagai tempat berkumpulnya pasukan militer Israel juga dilaporkan menjadi target serangan.

Pihak IRGC menyebut beberapa sasaran tersebut berada di wilayah yang mereka sebut sebagai “jantung wilayah pendudukan”.

Meski demikian, belum ada konfirmasi independen mengenai tingkat kerusakan atau dampak dari serangan yang dilaporkan tersebut.

Sepeti dikutip dari Tasnim News Agency, ketegangan antara Iran dan Israel dalam beberapa waktu terakhir meningkat secara signifikan.

Situasi ini dipicu oleh serangkaian serangan udara dan operasi militer yang terjadi di berbagai wilayah.

Menurut laporan media Iran, konflik meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer terhadap Iran.

Serangan tersebut terjadi setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil pada 28 Februari.

Peristiwa tersebut disebut menjadi salah satu pemicu meningkatnya konflik antara kedua pihak.

Serangan udara yang terjadi sejak akhir Februari dilaporkan menargetkan berbagai lokasi militer maupun sipil di Iran.

Serangan tersebut disebut menyebabkan korban jiwa serta kerusakan pada sejumlah infrastruktur penting di berbagai wilayah.

Beberapa fasilitas strategis dan lokasi militer dilaporkan menjadi sasaran dalam rangkaian serangan tersebut.

Situasi ini memicu respons militer dari Iran yang kemudian meluncurkan berbagai serangan balasan terhadap target yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

Sebagai respons atas serangan yang terjadi, angkatan bersenjata Iran meluncurkan sejumlah operasi balasan.

Serangan balasan tersebut dilakukan dengan menggunakan gelombang rudal balistik serta drone militer.

Target serangan disebut mencakup posisi Amerika Serikat dan Israel di wilayah yang mereka sebut sebagai wilayah pendudukan maupun pangkalan militer di kawasan regional.

Operasi balasan ini disebut sebagai bagian dari strategi pertahanan Iran untuk merespons serangan yang menargetkan wilayahnya.

Penulis: KO_01
Editor: Zet



Iran Serang Israel dengan Rudal Sejjil dalam Operasi True Promise 4
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin