GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==
Breaking
News

BBPOM di Mataram Bersama IAI NTB Edukasi Masyarakat melalui Program Ayo Buang Sampah Obat

BBPOM Mataram dan IAI NTB edukasi masyarakat lewat Program ABSO untuk pembuangan obat kedaluwarsa yang aman dan ramah lingkungan.
Ukuran huruf
Print 0

BBPOM di Mataram Bersama IAI NTB Edukasi Masyarakat melalui Program Ayo Buang Sampah Obat

KANAL ONE, MATARAM
– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Mataram bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat melalui Program Ayo Buang Sampah Obat (ABSO) di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Udayana, Mataram. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara pembuangan sisa obat dan obat kedaluwarsa yang benar guna mencegah penyalahgunaan obat serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

KIE dilaksanakan melalui edukasi secara langsung kepada masyarakat, pembagian media informasi, display produk, serta penyediaan tempat pengumpulan sampah obat. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai risiko pembuangan obat yang tidak sesuai, termasuk potensi pencemaran lingkungan dan meningkatnya ancaman resistensi antimikroba akibat pembuangan antibiotik yang tidak tepat.

Kepala BBPOM di Mataram, Yogi Abaso, S.Si., Apt., menegaskan bahwa pengelolaan sampah obat merupakan bagian penting dalam upaya melindungi kesehatan masyarakat.

"Program Ayo Buang Sampah Obat menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sisa obat secara benar. Hal ini sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan obat di masyarakat sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan," ujar Yogi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Provinsi NTB, Drs. Agus Supriyanto, Apt., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk pengabdian profesi apoteker dalam mendukung kesehatan masyarakat.

"Program ini dihadirkan untuk membantu masyarakat yang masih mengalami kesulitan dalam membuang obat dengan baik dan benar. Melalui program ini, masyarakat memiliki sarana yang tepat untuk mengembalikan obat yang sudah tidak digunakan sehingga dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus kelestarian lingkungan," ungkap Agus Supriyanto.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, hingga saat ini telah bergabung 88 sarana pelayanan kefarmasian (apotek) di seluruh Pulau Lombok sebagai lokasi pengumpulan sampah obat. Keberadaan titik pengumpulan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam membuang sisa obat secara aman sesuai ketentuan.

Pelaksanaan Program Ayo Buang Sampah Obat merupakan wujud implementasi penguatan pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang sejalan dengan arahan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan literasi masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional, mencegah penyalahgunaan obat, serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan.

Melalui sinergi antara BBPOM di Mataram, IAI Provinsi NTB, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sisa obat terus meningkat sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan serta mendukung terwujudnya perlindungan masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan yang efektif.

Penulis: KO_05
Editor: Red

BBPOM di Mataram Bersama IAI NTB Edukasi Masyarakat melalui Program Ayo Buang Sampah Obat
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin