GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Kebijakan Era Zul-Rohmi Vokasi SMK Negeri 1 Gunungsari Semakin Maju


KANAL ONE, Lombok Barat
- Kebijakan pendidikan di era kepemimpinan Zul-Rohmi dinilai positif oleh Kepala SMK Negeri 1 Gunungsari Bakiriyanto, S.Pd. Menurutnya, vokasi SMK Negeri 1 Gunungsari menjadi semakin maju.

Bang Zul-Umi Rohmi, sapaan akrab pasangan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M. Sc, dan Dr. Ir. Sitti Rohmi Djalilah M. Pd, di era kepemimpinan mereka cukup banyak memberikan kebijakan untuk mendukung pengembangan SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan di daerah NTB.

Muatan kompetensi kebekerjaan, baik kompetensi yang membekali siswa siap kerja maupun kompetensi siap berwirausaha merupakan hakikat dari pembelajaran di SMK.

Dengan kebijakan untuk mendukung pengembangan SMK dari Bang Zul-Rohmi, membuat SMK Negeri 1 Gunungsari berupaya agar hakikat tersebut menjadi visi dan misi sekolah dalam melaksanakan pelayanan pembelajaran kejuruan di tengah masyarakat.

"Pencapaian SMK Negeri 1 Gunungsari mengalami peningkatan, ini adalah trend positif bagi SMK Negeri 1 Gunungsari," kata Kepala SMK Bakiriyanto.

Kepala SMK Bakiriyanto mengatakan bahwa, iklim investasi yang kondusif di era kepemimpinan Bang Zul-Rohmi memberi dampak pada tumbuh kembang dunia industri dan dunia kerja (IDUKA). Sehingga dalam hal ini, SMK Negeri 1 Gunungsari dapat memperluas pengembangan program Guru Tamu Industri ke sekolah, Pembelajaran Berbasis Industri, Siswa Magang dan Praktik Kerja Lapangan, serta peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan melalui Uji Sertifikasi Industri.

Ketercapaian tersebut tentu saja tidak terlepas dari kebijakan Bang Zul-Rohmi yang mengkondisikan ketersediaan praktisi industri yang semakin banyak dan terjangkau di Provinsi NTB.

Dalam hal pembelajaran berbasis industri, di mana penerapan kurikulum, penggunaan alat dan bahan, serta keterlibatan tenaga pengajar secara keseluruhan didukung oleh industri, SMK Negeri 1 Gunungsari senantiasa terus meningkatkan perkembangannya.

SMK Negeri 1 Gunungsari mampu mengantar kurang lebih 10% dari jumlah siswa-siswi memperoleh pekerjaan dan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dalam waktu tunggu 0 (nol) tahun setelah lulus dari SMK Negeri 1 Gunungsari. Jumlah ini tentu saja sudah melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

"Sejak tahun 2022 dipercaya melaksanakan Program SMK PK ( Pusat Keunggulan ) dengan kegiatan Magang Guru ke IDUKA. Nama guru yang magang ke industri 1. Didiq Supriadi 2.Putu Eka Suadnyana 3. Randa Rahmat Harianto, tempat magang di PT Eka Dana Konsultan dan PT Adi Widya Konsultan," ungkapnya.

Kepala Sekolah Bakiriyanto mengatakan keberhasilan Zul-Rohmi dalam menjaga dan meningkatkan iklim investasi di NTB, berdampak positif pada ketersediaan IDUKA di NTB. Kondisi ini sangat mendukung pada keterlaksanaan peningkatan kompetensi siswa dan guru SMK Negeri 1 Gunungsari yang diprogramkan melalui Magang Siswa dan Guru yang dilanjutkan dengan Uji Sertifikasi Kompetensi.

"Saat ini beberapa siswa-siswi kelas XII sudah terlibat dan melaksanakan kegiatan pembelajaran di Industri. Secara tidak langsung, kompetensi budaya industri dapat berkembang pada diri siswa-siswi, dalam rangka menguatkan jiwa kebekerjaan siswa dan mendukung program Zul-Rohmi melalui SASISAHA (SATU SISWA SATU USAHA), jumlah guru kejuruan yang melaksanakan magang dan uji sertifikasi industri terus bertambah. Hal ini didukung dengan kemudahan akses sekolah dalam bekerjasama dengan IDUKA di wilayah NTB," jelasnya.

Penguatan kelembagaan SMK Negeri 1 Gunungsari, juga sangat didukung oleh kebijakan Zul-Rohmi. Hal ini tentu saja memberikan ruang gerak yang sangat luas bagi SMK Negeri 1 Gunungsari dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, baik sarana dan prasarana, kurikulum, maupun sumber daya manusia dalam menjalankan program industrialisasi di sekolah.

"Melalui industrialisasi ini, maka akan berdampak pada pengembangan SDM NTB sesuai dengan kwalitas yang diharapkan industri serta pemanfaatan secara maksimal aset-aset daerah sebagai wujud daya dukung keterlaksanaan program-program pemerintah NTB," lanjutnya.

Bakiriyanto menyampaikan bahwa SMK Negeri 1 Gunungsari berdiri sejak 25 September 2006 diatas lahan 20,495 M2. Saat ini, jumlah siswa ada 542 yang terbagi dalam  5 kompetensi keahlian (KK) yaitu Teknik Listrik, Teknik Otomotif, Teknik Audio- video, Desain Komunikasi Visual, Desain Pemodelan Bangunan. Dengan jumlah Guru 43 dan Tata Usaha 14.

Penguatan kelembagaan di SMK Negeri 1 Gunungsari juga menjadi wujud kepercayaan berbagai instansi kepada sekolah. Berbagai program dijalin oleh SMK Negeri 1 Gunungsari. Seperti inovasi terbaru yakni alat pengendali listrik rumah ( HOCKER ) - Home Electricity Controller - jurusan Teknik Audio- Video, dan Teaching Factory.

Banyak keberhasilan program yang telah kami raih selama kepemimpinan Bang Zul-Umi Rohmi ini, seperti peningkatan guru tamu industri ke sekolah, peningkatan terselenggaranya berbagai pelatihan kompetensi vokasi di sekolah, kelas industri yang berjalan dengan baik, sertifikasi industri bagi guru dan siswa. Raihan-raihan tersebut akan kami pertahankan dan tingkatkan.

"Tanggal 25 September 2025 SMK Negeri 1 Gunungsari ulang tahun ke 17, inovasi terbaru yakni alat pengendali listrik rumah ( HOCKER ) , Teaching Factory mulai berkembang, semoga kami dapat terus berkiprah mendukung kebijakan-kebijakan pemimpin kami, melalui pemberdayaan potensi kami, sesuai dengan Roadmap dan Renstra yang telah diprogramkan Pemerintah Daerah," pungkasnya diwawancara via Ponsel. (KO_02)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News