GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Alasan Pemprov NTB Revitalisasi Kantor Gubernur dan Islamic Center

Alasan Pemprov NTB Revitalisasi Kantor Gubernur dan Islamic Center
Islamic Center NTB

 KANAL ONE, Mataram - Pemprov NTB rencananya mengalokasikan anggaran sebesar 57 miliar rupiah untuk merevitalisasi Kantor Gubernur NTB dan Islamic Center NTB. Dengan rincian 40 miliar rupiah untuk merevitalisasi Kantor Gubernur dan 17 miliar rupiah untuk Islamic Center.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Dr. Fathul Gani mengatakan anggaran revitalisasi Kantor Gubernur dan Islamic Center sudah masuk rancangan KUA-PPAS APDB tahun 2024.

"Usia kantor gubernur saat ini hampir setengah abad, diresmikan tahun 1978. Rencana untuk membangun gedung baru jelas bukan menjadi pilihan dan kurang pas mengingat anggaran yang diperlukan pasti besar. Sehingga pilihan renovasi adalah pilihan yang cukup wajar dan realistis," jelasnya dirilis Dinas Kominfotik NTB pada Senin 20 November 2023.

Hal tersebut, lanjutnya, mengingat diperlukan ruangan rapat serta ruangan yang representatif untuk menerima kunjungan dan tamu-tamu dari berbagai daerah yang saat ini intensitasnya tinggi. Dari perhelatan TTG Nasional hingga tuan rumah bersama NTT menyelenggarakan PON 2028, tentu berbagai rapat-rapat dan pertemuan intensitasnya cukup tinggi. Lagi pula banyak kantor pemerintahan di kabupaten/kota telah terbangun. Sedangkan provinsi telah lama tidak direnovasi.

Sementara itu, Islamic Center Provinsi NTB telah berusia 10 tahun sejak diresmikan tahun 2013 silam. Bangunan yang terletak di jantung Kota Mataram tersebut, sebagai ikon wisata religi Provinsi NTB, lantaran terdampak gempa tahun 2018. Bangunan Islamic Center butuh perbaikan fisik, terlebih pada beberapa titik masih terjadi kebocoran. Area kebocoran berasal dari area makara yang mengalami kerusakan. Upaya yang dilakukan Pemprov NTB adalah upaya membangun dan memajukan NTB sehingga bisa setara dengan di kancah nasional. (KO_02)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News