GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==
Breaking
News

Ankara Tegas Bela Iran, Turkiye Desak AS Kembali ke Jalur Perundingan Nuklir

Turkiye menolak intervensi militer terhadap Iran dan mendorong penyelesaian lewat diplomasi. Hakan Fidan menilai perang hanya memperburuk stabilitas
Ukuran huruf
Print 0

(KO/aa.com)

KANAL ONE, ANKARAPemerintah Turkiye menegaskan sikap tegas menolak segala bentuk intervensi militer terhadap Iran dan mendorong penyelesaian krisis kawasan melalui jalur diplomasi.

Sikap itu disampaikan Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Erakçi usai pertemuan bilateral di Istanbul. Fidan menekankan bahwa Ankara secara konsisten menyampaikan penolakan terhadap opsi militer kepada seluruh mitra internasional.

“Terutama Presiden kami, dan juga kami semua, setiap kesempatan selalu menyampaikan kepada para pihak bahwa kami menentang intervensi militer terhadap Iran,” kata Fidan sebagaimana dikutip dari kantor berita resmi pemerintah Turkiye www.aa.com.tr.

Menurutnya, stabilitas dan keamanan kawasan menjadi prioritas utama kebijakan luar negeri Turkiye. Ia menilai setiap persoalan regional semestinya diselesaikan melalui solusi internal tanpa campur tangan kekuatan asing.

Fidan menyebut ketenangan Iran berpengaruh langsung terhadap situasi Timur Tengah secara keseluruhan. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam aksi protes di Iran serta berharap penyelesaian damai dapat dicapai oleh rakyat Iran sendiri.

Di tengah dinamika tersebut, Turkiye juga mewaspadai potensi ancaman kelompok teroris PKK yang dinilai berupaya memanfaatkan situasi. Fidan mengatakan ancaman itu bukan hanya bagi Turkiye, tetapi juga Iran sehingga perlu kerja sama keamanan kedua negara.

Terkait isu nuklir, Fidan mendorong dimulainya kembali perundingan antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menilai dialog konstruktif dapat menurunkan ketegangan, membuka peluang pencabutan sanksi, dan mempercepat integrasi ekonomi Iran ke sistem internasional.

“Kami menentang penggunaan opsi militer. Kami tidak melihatnya sebagai solusi yang efektif. Diplomasi dan perundingan adalah jalan yang harus ditempuh,” ujarnya.

Ia mengingatkan konflik panjang di Suriah, Irak, Afghanistan, hingga Gaza sebagai bukti bahwa perang hanya memperpanjang penderitaan kawasan.

Fidan juga menyoroti kekhawatiran Turkiye atas langkah Israel yang dinilai mendorong Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran. Ankara berharap Washington bertindak hati-hati dan meminta Israel menghentikan kebijakan yang berpotensi memicu instabilitas.

Selain isu Iran, kedua menteri turut membahas situasi Gaza. Turkiye menegaskan komitmennya mendukung gencatan senjata dan proses perdamaian, serta memastikan Gaza dikelola rakyat Palestina dan dibangun kembali sesuai kebutuhan mereka.

Sementara itu, Menlu Iran Abbas Erakçi mengapresiasi dukungan Turkiye dan menyebut hubungan kedua negara tetap strategis dan bersahabat. Ia menegaskan Teheran terbuka untuk berunding dengan Amerika Serikat, namun meragukan komitmen Washington.

Erakçi menekankan perundingan hanya dapat dilakukan atas dasar saling menghormati tanpa ancaman, serta terbatas pada isu nuklir. Ia juga memperingatkan Iran siap merespons keras setiap serangan militer dan memastikan kemampuan pertahanan negaranya tidak akan menjadi bahan negosiasi.

Penulis: KO_01

Editor: Zet


Ankara Tegas Bela Iran, Turkiye Desak AS Kembali ke Jalur Perundingan Nuklir
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin