GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Ancaman Somasi Faozal Ditanggapi Santai Wolini


Mataram, Nusa Tenggara Barat - Ancaman Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Moh Faozal, untuk memperkarakan secara hukum Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini, ternyata tidak membuat gentar wanita yang juga pengusaha ini. 

Bahkan, Wolini mengaku siap menunggu reaksi yang akan dilakukan Faozal. Wolini menyebut, keputusan Faozal melapor secara hukum, dapat mengungkap semua sikap dan tindakan negatif yang selama ini menimpa pelaku industri pariwisata sejak Faozal menjabat Kadispar dan dimutasi menjadi Kadishub. 

"Saya menunggu saja langkah yang ditempuh Pak Faozal. Selama ini saya dan pelaku usaha lain hanya diam. Tapi untuk kali ini tidak. Kami sudah terlalu sering dilecehkan. Ya, kita tunggu saja lah. Nanti juga semua akan tahu dan jelas, bagaimana teman-teman pelaku usaha diperlakukan," ujar Wolini, Rabu (27/10), dengan tenang. 

Dilansir sejumlah media lokal, Kadishub Faozal, berencana melancarkan somasi dan laporan hukum kepada Ketua PHRI NTB, Ni Ketut Wolini. Laporan dan somasi Faozal ini terkait pemberitaan tanggal 25 Oktober 2021 di sejumlah media online lokal dan nasional tentang "PHRI Cium Gelagat 'Kotor' Kadishub Gagalkan Program WSBK". Dalam pemberitaan ini, Wolini melancarkan sejumlah alasan, tetkait isu tersebut. 

Faozal menyebut tudingan itu tidak masuk akal. Dan cenderung menebar fitnah dan mencemarkan nama baik. Tidak terima dengan pemberitaan itu, Faozal kemudian berencana melaporkan dan men-somasi Wolini. 

"Tudingan itu kayak fitnah, tidak beralasan. Saya secara pribadi akan melayangkan somasi dan mempertimbangkan untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik," tegas Faozal, Selasa (26/10) dilansir beberapa lokal.

Faozal menjelaskan, pertemuan dengan hotel pada Senin itu dilakukan untuk sosialisasi terkait Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) WSBK Mandalika, lima koridor transportasi massal, dan juga titik-titik shuttle bus di kawasan Mandalika. Hal ini dilakuakn agar pihak manajemen hotel bisa memberikan informasi yang komprehensif kepada para tamu mereka, di saat gelaran WSBK 19 - 21 November mendatang.

Jika beralasan untuk memberi informasi yang komprehensif, seyogyanya Faozal bersurat atau mengundang anggota PHRI melalui organisasi induknya, PHRI. Wolini menjamin, penyebaran informasi akan lebih komplit. Namun sebaliknya, mengundang sekitar 20 management hotel secara personal, dan dalam waktu yang bersamaan dengan pertemuan PHRI di Dispar, diànggap Wolini sebagai sikap yang tidak menghargai organisasi PHRI. (KO01)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News