GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Pesantren Sains Lombok Hadir Tepis Stigma Kolot dan Tradisional Pesantren

Pengurus IKAPETE NTB dengan Wagub, Dr Hj. Siti Rohmi Djalilah, Senin (22/08)

Mataram, Nusa Tenggara Barat – Pesantren Sains Lombok, akan hadir menjadi salah satu lembaga pendidikan yang akan menjawab tantangan zaman, serta menghilangkan stigma pesantren kolot karena ketinggalan informasi dari luar, bahkan teknlogi.

"Padahal banyak sekali lulusan pesantren pesantren kalo dikolaborasikan dengan apa saja pasti bisa. Semoga ini bisa berkembang disini, kalo mau kerjasama tentu banyak yg bisa kita kerjasama kedepan, dan pendidikan seperti ini bisa tumbuh subur," ungkap Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah saat menerima audiensi Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) NTB yang berlangsung di Ruang Kerja Wagub NTB, Senin (22/08).

Wagub juga, meminta agar sosialisasi tentang keberadaan pesantren ini terus diintensifkan, untuk menarik minta terutama generasi muda untuk belajar dan berkontribusi di pesantren ini.

"Harus disosialisasikan dengan baik agar anak muda NTB dapat mengetahui informasinya, animo terkait sains semakin meningkat, karena sekolah seperti ini tidak banyak," Imbuhnya.

Pimpinan Pesantren Sains, H. Muhammad Abu Arif Aini, S.Ag, M.Pd menjelaskan terkait konsep dari Pesantren Sains yaitu memadukan dalam satu gerak nafas dua ilmu yaitu islam dan sains.

"Selama ini kan sudah lama diusahakan dengan segala pola baik di perguruan tinggi, di perguruan tinggi islam juga ada sains di pesantren juga memiliki perguruan tinggi tapi belum bisa menyatu dalam tarikan nafas padahal di islam sendiri ada 800 ayat tentang sains," ungkapnya.

Pengasuh Pesantren Sains Lombok, H. Muhammad Abu Arif Aini, S.Ag, M.Pd dalam sebuah acara di Tebuireng

Pesantren Sains yang rencananya akan menerima jenjang SMP dan SMA akan dibuka pada tahun 2023 dan berlokasi di Dusun Beroro Desa Jembatan Kembar Timur Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

Pesantren yang dibangun di lahan seluas 1,5 hektar lebih ini akan dilengkapi fasilitas pendidikan yang memadai, mulai dari ruang balajar, masjid, ruang praktikum, fasilitas kesehatan, kantin, lapangan olahraga, serta aula. Sementara kurikulum pendidikan pesantren sains ini akan mengadopsi kurikulum Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur dan lembaga pendidikan sains yang telah ada.

"Terkait pengoprasian tahun depan kita sudah mulai persiapan-persiapan, lokasinya, termasuk SDMnya makanya kami punya tim guru besar yang memang sudah ahli di bidangnya untuk mempersiapkan SDM tenaga pengajar, SDM pengelola pesantrennya, tidak hanya kami dari alumni semua,"jelasnya. (KO01)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News