GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Polusi Udara di Jakarta, Greenpeace Sebut Sudah Sangat Mengkhawatirkan

Polusi udara di jakarta tercatat sebagai polusi terburuk sepanjang sejarah (Freepik/KO)

KANAL ONE, JAKARTA
- Polusi udara di Jakarta semakin memperihatkan. Bahkan catatan berbagai pemerhati lingkungan kondisi udara Jakarta menjadi yang terburuk sepanjang abad.

Banyak warga yang mengeluhkan dampak polusi udara di Jakarta ini. Di media sosial mereka menceritakan kualitas udara yang buruk telah mengganggu kesehatan mereka.

Baca Juga: Jokowi Bertolak ke Tanah Air, Setelah Lawatan ke Benua Afrika

Juru Kampanye Keadilan Perkotaan Greenpeace Indonesia, Charlie Albajili mengatakan polusi udara dapat mengakibatkan berbagai penyakit pernapasan serius, meningkatkan risiko lahirnya bayi prematur, hingga kematian dini.

Greenpeace Indonesia sejak 2017 terus menggaungkan kampanye kualitas udara sehat. Bahkan pada 2019, Greenpeace telah membentuk koalisi Ibukota yang mendampingi gugatan 32 warga negara terkait polusi udara.

Bahkan Warga telah memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri, dan

Pengadilan Tinggi terkait kualiatas udara, bahkan presiden sebagai pihak tergugat, dan kemerintan lingkungan hidup masih menempuh proses kasasi hingga saat ini.

"Sementara kondisi yang diakibatkan polusi udara sudah sangat mengkhawatirkan," ujar Charlie di sela peluncuran parfum Our Earth di Jakarta, Jumat 25 Agustus 2023.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara  

Pendekatan ini membutuhkan kombinasi penerapan insentif untuk penggunaan transportasi publik (“pull strategy”) dan disinsentif untuk penggunaan kendaraan bermotor pribadi (“push strategy“).

"Pendekatan pull dan push ini sering tidak ada dalam strategi transportasi kota," tulisnya.

Padahal menurut Rahmad, pendekatan holistik ini terbukti lebih efektif dalam mengalihkan orang untuk menggunakan transportasi publik, berjalan kaki, dan bersepeda.

TDM juga mendorong penggunaan lahan yang efisien dengan menciptakan tata ruang kota yang padat dan dinamis.

Penerapan kebijakan push juga dapat menjadi solusi kebijakan yang lebih hemat biaya karena membuka sumber pendapatan baru untuk meningkatkan layanan transportasi publik.

Sektor transportasi menjadi penghasil emisi karbon monoksida (CO) terbesar di Jakarta mencapai 96,36 persen atau 28.317 ton per tahun (Freepik/KO)

Hal ini tidak berarti bahwa implementasi pendekatan TDM akan mudah dan langsung terasa manfaatnya.

"Mengandalkan pull strategy saja, seperti membangun infrastruktur rel atau meningkatkan infrastruktur pejalan kaki dan sepeda saja, mungkin hanya akan menghasilkan sedikit peralihan dari kendaraan bermotor pribadi ke kendaraan umum," tandasnya.

Baca Juga: Banjir Sumbawa Hanyutkan Rumah dan Jembatan

Sebaliknya, hanya mengandalkan push strategy, seperti meningkatkan pajak BBM atau memberlakukan jalan berbayar tanpa menyediakan pilihan transportasi publik dapat menimbulkan keresahan masyarakat dan mendorong terjadinya kesenjangan aksesibilitas.

Strategi TDM yang komprehensif membutuhkan keseimbangan antara penyediaan opsi bermobilitas, kebijakan disinsentif kendaraan bermotor pribadi, dan kebijakan pengembangan tata guna lahan yang baik.(KO_01)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News