GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Awal Mula Sejarah Kelam Pemberontakan PKI, Konflik Ideologi Para Pendiri Bangsa

Presiden Soekarno

KANAL ONE
- Pecahanya pemberontakan Partai Komunis Indonesi (PKI) Madiun tahun 1984 tidak lepas dari konflik oposisi yang disebut sayap kiri kala itu. 

Partai Komunis Indonesi (PKI) pimpinan Muso menjadi motor terdepan pemberontakan. Soekarno dan Musso mereka sama-sama murid H.O.S Tjokroaminoto.

Jelang Berakhir Masa Jabatannya, Wagub NTB Pimpin Promosi Budaya di MATTA FAIR 2023 Malaysia

Dosen Sejarah Universitas Islam Negeri Jakarta, Muhammad Arief, seperti termuat dalam novel 'Seteru 1 Guru' karya Haris Priyatna, menyebut perseteruan Soekarno dan Musso terjadi karena perseteruan ideologi.Hal yang mengejutkan yakni Musso adalah anak dari kiai besar pengasuh pesantren di Kediri.

"Berawal dari atheis dan hanya menjadikan komunis sebagai penangkal penjajahan Belanda," ujar Arief. 

Front Demokrasi Rakyat yang dimotori Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Sosialis, Partai Buruh Indonesia, SOBSI dan Pesindo. 

Konflik ini dimulai pada tanggal 18 September 1948 di Madiun, Jawa Timur. Golongan sayap kiri secara bertahap masuk ke oposisi. 

Pada awalnya mereka mencoba untuk mendapatkan tempat di pemerintahan dengan menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama. Namun, upaya mereka gagal ketika menghadapi kenyataan pahit bahwa tidak ada anggota fraksi yang masuk dalam kabinet.

Para pemimpin FDR melakukan perjalanan propaganda ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tujuan utama mereka adalah untuk mempromosikan ide-ide politik Musso.

Pemimpin PKI lainnya tetap berada di Jogjakarta mencoba berunding dengan pemimpin PNI dan Masyumi untuk membentuk kabinet baru yang akan mencakup perwakilan FDR.

Mulai terjadi bentrokan kecil yang melibatkan kelompok militer pro-Hatta di satu sisi dan kelompok bersenjata pro-FDR di sisi lain. Setelah pembunuhan Kolonel Sutarto, perkembangan politik di Solo semakin memanas.

Khawatir dengan apa yang terjadi di Solo, para pemimpin FDR lokal di Madiun mulai merasa tidak nyaman dan mereka melaporkan hal ini kepada para pemimpin FDR di Kediri. 

Kemudian ia mendapat perintah untuk melucuti senjata para agitator di Madiun untuk menghindari kemungkinan pertumpahan darah di daerah tersebut. 

Pukul 3 pagi tanggal 18 September 1948, FDR mulai merebut pejabat pemerintah daerah, sentral telepon, dan markas tentara dengan Soemarsono dan Djoko Sujono sebagai pemimpin operasi. 

Itu adalah pertempuran singkat yang berakhir dengan dua perwira setia terbunuh dan empat terluka. Dalam hitungan jam, Madiun sudah dikuasai FDR. 

Dua anggota FDR, Setiadjit dan Wikana, mengambil alih pemerintahan sipil dan mendirikan Front Pemerintah Nasional Daerah Madiun. Soemarsono kemudian mengumumkan melalui radio lokal, "Dari Madiun kemenangan dimulai".

Anies itu Capresnya Nasdem, Bukan Capres PKS Apalagi Capres Umat Islam ?

Setelah mendengar tentang apa yang terjadi pada 18 September, Musso dan Sjarifoeddin kembali ke Madiun. 

Mereka segera mendiskusikan situasi dengan Soemarsono, Setiadjit, dan Wikana setibanya mereka. Pukul sepuluh malam tanggal 19 September 1948, Presiden Soekarno menyatakan bahwa pemberontakan Madiun adalah upaya untuk menggulingkan Pemerintah Republik Indonesia dan Musso telah membentuk "Republik Soviet Indonesia".(KO_01)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News
@lombokepo