GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Sebut Masa Kepemimpinan Zulkieflimansyah Bobrok, Najamuddin Mustafa Dukung Renovasi Kantor Gubernur NTB

Sebut Masa Kepemimpinan Zulkieflimansyah Bobrok, Najamuddin Mustafa Dukung Renovasi Kantor Gubernur NTB
Anggota Komisi I DPRD NTB TGH. Najamuddin Mustafa

KANAL ONE, MATARAM
- Anggota Komisi I DPRD NTB TGH. Najamuddin Mustafa mendukung upaya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merenovasi Kantor Gubernur NTB.

Dia mengatakan, renovasi kantor Gubernur NTB itu merupakan kebutuhan dalam rangka meningkatkan pelayanan publik karena sejak tahun 1970 an kantor Gubernur NTB itu belum direnovasi sama sekali.

Dia justru mengkritisi kepemimpinan Dr. Zulkieflimansyah yang tidak merenovasi Kantor Gubernur NTB secara keseluruhan justru malah membuat kegiatan baru sehingga berakibat hutang pemda tidak bisa dibayarkan tepat waktu.

Menurutnya, Bang Zul sapaan karib politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu hanya mementingkan diri sendiri karena hanya merenovasi ruang kerjanya dan ruang tamunya saja.

"Renovasi Kantor Gubernur NTB itu sekali lagi adalah kebutuhan pemerintahan karena memang sudah harus dibenahi, coba lihat banyak ruangan staf dan pejabat yang bocor, malah ada temboknya retak akibat gempa 2018 lalu, zul tidak merasakan kerena dia nyaman dengan ruangannya sendiri" ujar Najamuddin Mustafa kepada wartawan Selasa (12/3/2024).


Najamuddin menyayangkan sikap Bang Zul yang dinilai "bodoh" dan tidak berterimakasih. Terlebih ikut mengkritisi rencana rehab Kantor Gubernur NTB. Dia justru mempertanyakan program yang dijalankan Zulkieflimansyah selama menjabat sebagai Gubernur NTB periode 2018 - 2023.

Menurut Najam, sejatinya rehab Kantor Gubernur itu terlaksana di masa kepemimpinan Zulkieflimansyah. Terlebih, rehab Kantor Gubernur itu telah direncanakan lama, saat kepemimpinan Dr.TGB.K.H Muhammad Zainul Majdi MA.

"Coba kita buka-bukaan saja, apa yang sudah dilakukan Zul itu. Irigasi tetes senilai Rp 19 Milyar apa hasilnya. Tata kelola pemerintahan dan tata kelola keuangannya amburadul. Pengadaan pesawat senilai Rp 14 Miliar apa hasilnya. Termasuk pengiriman beasiswa itu coba jelaskan apa hasilnya. Siapa saja yang sudah dikirim untuk beasiswa itu," papar Najamuddin.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti pelaksanaan MXGP yang dinilai hanya untuk kepentingannya sendiri. Lagipula, perusahaan yang dibentuk untuk pelaksanaan MXGP itu merupakan perusahaan anaknya.

"Jangan main kritik aja sebut Kantor Gubernur sudah direnovasi. Itu kan hanya ruangannya saja yang direnovasi. Ingat ya pertumbuhan ekonomi NTB versi BPS Juli 2023 hanya 0,78 persen. Dia seharusnya berterimakasih kepada Lalu Gita Ariadi bukan sebaliknya," tegas Najamudin.

Tidak sampai di situ, Najamuddin juga mengkritisi bagaimana pola mutasi pejabat di masa kepemimpinan Zul yang sampai saat ini mungkin telah lebih kurang ratusan kali. Belum lagi penempatan orang yang dinilai tidak tepat bahkan ada bermasalah dinonjobkan tak berapa lama diangkat kembali, bahkan ada yang dipromosi tanpa pernah melewati eselon sebelumnya main loncat saja, ada juga staf dlingkarannya yang di promosi sangat cepat, sementara seniornya saja masih eselon 4 menanti-nanti untuk dipromosi.

"Sudahlah, Zul itu jangan banyak mengkritik orang. Orang Sasak itu sekarang sudah melek. Memang siapa dia yang sok hebat tapi nggak ada hasil kerjanya sampai saat ini. Lihat itu bagaimana pengelolaan Bank NTB Syari'ah yang justru jadi sorotan publik. Kita buka-bukaan saja sudah biar masyarakat tahu dan tidak di Nina bobokkan sama Zulkieflimansyah ini," tegasnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat NTB bahwa hanya di masa kepemimpinan Zulkieflimansyah NTB berhutang hingga ratusan Milyar.

"Jauh lebih baik tata kelola pemerintahan saat dipimpin Lalu Gita Ariadi ketimbang di masa kepemimpinan Zulkieflimansyah ini," ungkapnya.

Diketahui, pemerintah Provinsi NTB mengalokasikan anggaran Rp 40 Milyar untuk merehab Kantor Gubernur NTB.

Sementara Bang Zul menilai 40 milyar untuk rehab Kantor Gubernur NTB dengan mengorbankan program beasiswa sayang dilakukan. Menurutnya, alokasi 40 milyar itu belum cukup untuk biaya renovasi Kantor Gubernur NTB hingga ideal.

"Kalau tentang rencana pemda sekarang memperbaiki kantor gubernur sebenarnya agak tanggung, jadi kalau alasanya untuk renovasi 40 Milyar kemudian mengorbankan program lain yang menurut saya punya impact yang sangat bagus buat jangka panjang seperti beasiswa ya sayang aja, nanti kalau mau memperbaiki kantor Gubernur sekalian yang bagus," ujarnya.

Penulis: KO_05
Editor: Hadi

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News