GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

5 Mitos Makanan Pemicu Penyakit Gangguan Mental ADHD

5 Mitos Makanan Pemicu Penyakit Gangguan Mental ADHD
Makanan kerap disalahkan menjadi pemicu gangguan mental  pemicu ADHD (Freepik/KO)

KANAL ONE
- Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau ADHD adalah penyakit gangguan mental pada seseorang yang ditandai dengan sulitnya memusatkan perhatian, cenderung impulsif, dan hiperaktif.

ADHD dapat muncul akibat adanya ketidakseimbangan senyawa kimia atau neurotransmitter di dalam otak.

Ada mitos jika ADHD kerap muncul karena makanan yang kita konsumsi. Ini sesuai dengan paparan  ahli diet.

Berikut ulasan mitos makanan yang menjadi pemicu Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Gula Rafinasi Memperburuk Gejala ADHD

Ahli diet dari sebuah labolatorium makanan di Amedik Serikat Larouche mengatakan saat ini belum ada penelitian yang mengamati korelasi antara ADHD dan diet bebas gluten.

 “Satu-satunya alasan seseorang harus membatasi atau mengecualikan gluten adalah karena mereka menderita penyakit celiac atau sensitif terhadap gluten,” katanya.

Faktanya, menghentikan kelompok makanan seperti ini saat Anda tidak membutuhkannya dapat menimbulkan masalah. Secara khusus, Larouche menunjukkan kekurangan nutrisi dan usus bocor.

2. Puasa Mengurangi Gejala ADHD

ADHD yang makan setiap tiga hingga empat jam akan mengalami energi yang lebih terfokus dibandingkan mereka yang berpuasa dan tidak makan dalam jangka waktu lama.

Dia merekomendasikan agar Anda makan sarapan seimbang dalam satu hingga dua jam setelah bangun tidur, dan makan setiap tiga hingga empat jam setelahnya.

Hal itu masuk akal karena kurang makan dapat menyebabkan pemikiran terus-menerus tentang makanan, energi rendah, perubahan suasana hati, dan efek samping lain yang tidak diinginkan.

3. Makanan Olahan

Penelitian tidak mendukung hal ini.

“Penelitian yang kami miliki adalah studi kasus, yang hanya mengamati anak-anak dan konsumsi makanan olahan mereka, dan apakah anak-anak ini menunjukkan gejala ADHD atau tidak,” kata Madelyn Larouche, ahli diet ADHD non-diet dikutip dari Well+Good, 18 November 2023.

“Studi ini tidak melihat sebab dan akibat.” tambahnya.

4. Produk Susu

Sama seperti gluten, Larouche mengatakan belum ada penelitian yang melihat hubungan antara produk susu dan ADHD, jadi tidak perlu membatasi asupan Anda kecuali Anda memiliki alergi atau intoleransi.

Ditambah lagi, dengan mengurangi produk susu jika tidak perlu, Anda kehilangan manfaat utamanya. Produk susu adalah sumber kalsium dan vitamin D yang baik, yang mendukung kesehatan tulang.

5. Gula Rafinasi

Demikian pula, penelitian (kecil) tentang gula dan ADHD tidak menemukan kaitan apa pun. Terlebih lagi, gula (dan karbohidrat yang terurai menjadi gula) sangat penting bagi tubuh kita.

“Karbohidrat adalah makronutrien penting yang dibutuhkan manusia untuk berfungsi, dan juga merupakan sumber bahan bakar pilihan tubuh,” pungkas Larouche. (KO_03)

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News