GpYlTUY0GpOiTSGlBSAlTSG0TY==

Karman Versus SJP Siapa Paling Populer. Ini Kata Pengamat

Karman Versus SJP Siapa Paling Populer. Ini Kata Pengamat
Kolase Caleg PKS Suryadi Jaya Purnama dan Karman BM

 KANAL ONE, Lombok - Beberapa Caleg PKS untuk memperebutkan kursi DPR RI telah ditetapkan oleh KPU. Dari 8 calon, ada muncul 2 nama calon yang santer diisukan akan berebut suara di dapil 2 pulau Lombok.

Keduanya adalah Suryadi Jaya Purnama (SJP) Caleg PKS DPR RI nomor urut 2 dan Karman BM, caleg nomor urut 4.

Nah, bagaimana kekuatan keduanya dari sisi media sosial yaitu Facebook, mengingat saat ini warga Lombok masih banyak yang aktif menggunakan Facebook.

Data yang diperoleh media ini, kedua tokoh PKS  ini sama sama aktif berkampanye di medsos. SJP yang saat ini maju sebagai Incumbent terlihat lebih banyak pengikut dibanding dengan Karman BM.

Namun, jika dilihat dari postingan bebayar, ternyata status Karman lebih banyak dikomentari dibanding SJP.

Saat keduanya memposting video berbeda di hari yang sama, setelah 24 jam muncul jumlah penayangan, suka dan komentar.

Hingga berita ini dipublish, status Karman BM mendapat 241 komentar dan disukai oleh 1.832 suka, sedangkan SJP mendapat 15 komentar dan disukai oleh 75 pengguna.

Pengamat Politik dan Dosen  Prodil Pemikiran Politik Islam UIN Mataram, Ihsan Hamid mengatakan  jumlah like dan komentar dari status medsos di FB dari kedua caleg tersebut berpengaruh terhadap potensi dukungan pemilih.

Dinamika tersebut menurut Ihsan bukan fenomena biasa, sebab SJP yang juga seorang Incumbent dengan belasan ribu follower seharusnya mendapakan lebih banyak like dan komentar dibanding Karman.

Namun kenyataannya, Karman memperoleh lebih banyak dibanding SJP. Padahal jumlah follower Karman BM hanya 399 orang. Sedangkan SJP berjumlah 17.000.

"Karman lebih tinggi grafiknya dr SJP maka ini bisa menjadi indikator jika Karman memiliki potensi cukup besar untuk bersaing mengalahkan SJP," kata Dia.

Meski begitu, Ihsan mengatakan bahwa data di Medsos tidak bisa dijadikan acuan, karena agar seorang caleg bisa terpilih harus bekerja secara maksimal dan langsung bertemu dengan pemilih.

"Data ini hanya gejala di udara, untuk memastikan menjadi caleg terpilih tetap dibutuhkan kerja-kerja konsolidasi politik secara langsung dengan menjual ide dan gagasan-gagasan politik," pungkasnya.

Penulis: KO_05
Editor: Zet

Komentar0

Bebas berkomentar. Sesuai Undang-undang Republik Indonesia. Link aktif auto sensor.

Cari Berita Lain di Google News